Trumecs - Harga Batu Bara Kembali Menguat Akibat Permintaan Tinggi dari Pembangkit Listrik India. Simak Artikel Berikut!
Harga batu bara kembali menguat pada perdagangan Senin (4/9/2023) setelah pemerintah India mengambil keputusan penting terkait impor batu bara. Pemerintah India telah meminta produsen listrik di negara tersebut untuk meningkatkan impor batu bara sebesar 4% dari kebutuhan mereka hingga Maret 2024.
Harga batu bara kontrak berjangka Newcastle untuk bulan September 2023 naik sebesar US$ 0,30, mencapai US$ 156,55 per ton pada hari Senin. Selain itu, kontrak berjangka Oktober 2023 menguat sebesar US$ 0,50, mencapai US$ 159,50 per ton, sementara kontrak berjangka November 2023 menambah US$ 0,75, menjadi US$ 163 per ton.
Di sisi lain, harga batu bara kontrak berjangka Rotterdam untuk bulan September 2023 juga mengalami kenaikan sebesar US$ 0,40, mencapai US$ 117,30. Namun, kontrak berjangka Oktober 2023 mengalami penurunan sebesar US$ 0,20, menjadi US$ 116,80, dan kontrak berjangka November 2023 terkerek naik sebesar US$ 0,20, menjadi US$ 118,20.
Keputusan pemerintah India untuk mendorong produsen listrik untuk meningkatkan impor batu bara ini disampaikan oleh Kementerian Tenaga Listrik (MoP) sebagai upaya untuk mengatasi lonjakan permintaan listrik yang terjadi baru-baru ini. MoP telah memberlakukan perintah wajib pencampuran batu bara impor untuk pembangkit listrik tenaga panas selama enam bulan ke depan. Dalam perintah tersebut, pembangkit listrik disarankan untuk mengimpor batu bara sebanyak 4% dari kebutuhan mereka dan mencampurnya dengan batu bara domestik hingga Maret 2024. Meskipun kebutuhan untuk penggunaan batu bara impor tetap ada, rasio pencampuran yang diperlukan telah dikurangi dibandingkan dengan arahan sebelumnya yang mengharuskan pembangkit listrik untuk mencampur 6% batu bara impor hingga September 2023.
Sebagai informasi, pembangkit listrik tenaga panas di India biasanya memenuhi sebagian besar kebutuhan bahan bakarnya dari sumber daya domestik. Namun, dengan adanya kemacetan logistik dan lonjakan permintaan listrik akibat cuaca panas dan minimnya curah hujan, impor batu bara telah menjadi solusi untuk menjaga kelancaran operasional pabrik-pabrik pembangkit listrik.
Pada Agustus 2023, India mencatat permintaan listrik puncak tertinggi sepanjang masa, mencapai 236 GW, yang merupakan peningkatan 21% dibandingkan periode tahun sebelumnya. Bahkan, pada 1 September, permintaan puncak melonjak lebih tinggi lagi, mencapai 239.978 GW. Kondisi ini menunjukkan perlunya peningkatan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan yang semakin meningkat di India.