Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong evaluasi kembali pembangunan pabrik pemurnian dan pemrosesan mineral mentah (smelter) nikel di Indonesia. Khususnya, smelter berteknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang menghasilkan produk Nickel Pig Iron (NPI).
Menurut Menteri ESDM Arifin Tasrif, evaluasi ini penting mengingat banyaknya produk NPI yang membanjiri pasar dunia, yang berujung pada penurunan harga nikel.
"Ini masalahnya ada pada dua sektor, yaitu industri terintegrasi dan tidak terintegrasi. Ini harus dipertemukan karena hulunya ada di ESDM, sedangkan industrinya ada di Kementerian Perindustrian. Kemenperin harus mengevaluasi, sehingga tidak terjadi oversupply," ungkap Arifin di Gedung Ditjen Migas, Jakarta.
Selain itu, pemerintah mendorong agar proyek smelter baru tidak lagi menghasilkan NPI, melainkan nickel matte yang dapat diolah menjadi bahan baku baterai kendaraan listrik.
Namun, pembangunan smelter NPI akan dievaluasi kembali jika proyek tersebut belum terealisasi.
Menurut Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, tren harga komoditas perlu dilihat dalam jangka panjang, setidaknya 5-10 tahun ke belakang.
Temukan berbagai macam barang di Trumecs.com Aksesoris Pelumas
Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves Septian Hario Seto menambahkan bahwa harga nikel saat ini masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata 10 tahun terakhir, meskipun mengalami penurunan.
Dilansir dari Trading Economics, harga nikel per Kamis (15/02/2024) berada di level US$ 16.007 per ton. Namun, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga nikel mengalami penurunan sebesar 39,06%.
Kondisi ini disebabkan oleh banjirnya pasokan nikel dari Indonesia, yang mengakibatkan harga nikel dunia jatuh mendekati posisi terendah dalam tiga tahun terakhir.
Penurunan harga nikel dipicu oleh surplus pasokan global dan perlambatan ekonomi global. Meskipun demikian, harga rata-rata nikel global diprediksi akan bertahan di bawah tekanan dalam jangka pendek.
Dalam konteks ini, evaluasi terhadap pembangunan smelter nikel dan strategi pengolahan mineral mentah menjadi hal penting untuk memitigasi dampak penurunan harga nikel di pasar global.