IEE 2025: Parade Teknologi Hijau yang Siap Ubah Industri RI

Jum'at, 12 September 2025
IEE 2025: Parade Teknologi Hijau yang Siap Ubah Industri RI

Jakarta, 11 September 2025 – Dorongan menuju industri rendah karbon semakin menguat, dan Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2025 hadir membawa jawaban lewat tema besar: “Sustainability for Industrial Transformation.” Pamerindo Indonesia selaku penyelenggara menegaskan, keberlanjutan kini bukan sekadar jargon, melainkan katalis utama yang menggerakkan transformasi industri nasional.

Laju pertumbuhan konstruksi Indonesia yang stabil di kisaran 5–6 persen per tahun, ditambah proyeksi urbanisasi mencapai 65 persen pada 2050, menciptakan urgensi: bagaimana membangun tanpa mengorbankan lingkungan. IEE Series 2025 pun jadi panggung strategis untuk memperkenalkan teknologi alat berat bertenaga listrik, material rendah karbon, hingga sistem manajemen sumber daya berbasis digital. Semua diarahkan untuk mendukung target Net Zero Emissions 2060.

“Pameran ini adalah platform nyata untuk mempertemukan teknologi global dengan kebutuhan Indonesia, sekaligus menciptakan industri hijau dan memperkuat pembangunan berkelanjutan,” ungkap Lia Indriasari, Country Manager Pamerindo Indonesia.

Parade Inovasi: Dari EV Truck hingga Eco Cable

Pada pekan Construction & Engineering Week (10–13 September 2025), lebih dari 600 perusahaan dari 40 negara memamerkan solusi terbaru. Outdoor area JIExpo Kemayoran dipenuhi deretan mini excavator, wheel loader, hingga dump truck berteknologi hijau. Nama-nama besar seperti United Tractors, Zoomlion, Hexindo, hingga Mercedes-Benz Truck menampilkan lini produk ramah lingkungan.

Momen penting terjadi ketika Hexindo meluncurkan eAUMAN C, EV Truck pertama mereka di Indonesia. Tak hanya hemat energi, kendaraan ini diharapkan menjadi tonggak baru transisi sektor alat berat menuju solusi hijau.

Tak kalah menarik, di sektor kabel energi, Prysmian memperkenalkan E-Path (Eco Cable Pathway) yang mampu menghitung jejak karbon dan memanfaatkan material daur ulang. Sementara Supreme Cable menampilkan solar cable dan turbin angin tahan cuaca ekstrem yang sudah dipakai di proyek pembangkit listrik di Sulawesi.

Diskusi Industri: Dari Smart Grid ke Green Label

IEE Series bukan sekadar pameran, tapi juga ruang diskusi. “Construction Talk” mengulas efisiensi energi lewat smart building dan smart grid, didukung IoT, AI, dan komunikasi real-time. Di sisi lain, Green Product Council Indonesia (GPCI) mengedukasi industri tentang sertifikasi Green Label Indonesia dan metodologi Life Cycle Assessment (LCA)—sebuah alat ilmiah untuk mengukur dampak lingkungan produk.

Temukan berbagai macam barang di Trumecs.com

Tools Aki

Menurut Mochamad F. Dahlan dari GPCI, saatnya Indonesia beralih ke ekonomi sirkular berbasis prinsip 5R: refuse, reduce, reuse, repurpose, recycle.

Dari Sungai ke Podium: Circular Economy di Panggung Pameran

Inovasi berkelanjutan juga hadir lewat kolaborasi dengan Repair Project, yang mengolah sampah plastik Sungai Citarum menjadi papan tahan lama untuk plakat, podium, hingga furnitur pameran. Tak berhenti di situ, Pamerindo menggandeng Rappo mengubah sisa banner tahun lalu menjadi merchandise dan decking-tiles—sebuah langkah kecil namun berarti dalam mengurangi limbah industri MICE.

Dua Pekan Penuh Inspirasi

Seluruh rangkaian IEE Series 2025 berlangsung gratis pada 10–13 September dan 17–20 September di JIExpo Kemayoran, serta tersedia secara virtual di vexpo.iee-series.com.

Bagi para pelaku industri, pameran ini bukan hanya ajang melihat teknologi mutakhir, tapi juga momentum untuk menjalin kemitraan strategis, memperkuat rantai pasok hijau, dan merancang transformasi bisnis menuju masa depan rendah karbon.

Tidak menemukan barang? kirim permintaan sekarang!